Workshop STEM Coding bersama Narasumber dari Korea Selatan
Surabaya, 13 September 2024 – Program Studi Rumpun Pendidikan Matematika (Sarjana, Magister dan Doktor) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan kegiatan Workshop STEM Coding pada Jumat, 13 September 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Slamet Dajono, Gedung D1 Lantai 3, FMIPA Kampus 1 Unesa. Workshop diselenggarakan secara hybrid, sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan baik secara langsung di lokasi maupun melalui media daring.
Workshop STEM Coding ini menghadirkan narasumber internasional dari Korea Selatan, yaitu Mr. Im Taewook. Kehadiran narasumber dari luar negeri menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan ini karena para peserta memperoleh kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai penerapan STEM dan coding dari seorang pelatih yang memiliki pengalaman internasional.
Mr. Im Taewook merupakan seorang pelatih bersertifikat yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang luas di bidang pelatihan, STEM, coding, dan robotika. Beliau menyelesaikan pendidikan Bachelor of Arts (BA) di bidang Manajemen Perhotelan dari Vancouver Community College, Kanada. Selain itu, beliau juga memiliki sertifikasi sebagai Master Trainer dari Artec Jepang. Berbekal pengalaman dan kompetensi yang dimilikinya, Mr. Im Taewook telah aktif memberikan berbagai pelatihan kepada guru sekolah serta pembina dan guru Klub Robotik dari berbagai negara di seluruh dunia.
Kegiatan workshop ini diikuti oleh sekitar 40 guru yang berasal dari berbagai kota di Jawa Timur. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi sejak awal kegiatan. Workshop tidak hanya berisi penyampaian materi secara teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada para peserta untuk melakukan praktik perakitan dan pemrograman. Dengan pendekatan pembelajaran yang interaktif, peserta diajak untuk memahami konsep-konsep STEM melalui kegiatan hands-on atau praktik secara langsung.
Pada sesi praktik, para guru bekerja secara berpasangan. Pembagian kelompok secara berpasangan dilakukan agar peserta dapat saling berdiskusi, bekerja sama, serta memecahkan berbagai permasalahan yang muncul selama proses perakitan dan pemrograman. Pendekatan kolaboratif ini juga menjadi bagian penting dari pembelajaran STEM, yang tidak hanya menekankan pemahaman konsep, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kerja sama.
Kegiatan praktik pertama yang dilakukan oleh peserta adalah merakit dan memprogram lampu lalu lintas. Dalam kegiatan ini, peserta mempelajari bagaimana menyusun komponen yang diperlukan serta membuat program untuk mengatur nyala lampu secara bergantian. Peserta belajar menerapkan logika pemrograman untuk mengendalikan urutan dan waktu nyala lampu merah, kuning, dan hijau sebagaimana prinsip kerja lampu lalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah menyelesaikan praktik pertama, kegiatan dilanjutkan dengan tantangan berikutnya, yaitu merakit dan memprogram sebuah mobil sederhana yang memiliki dua roda. Pada tahap ini, peserta diperkenalkan pada proses perakitan struktur mobil serta pemrograman untuk mengendalikan pergerakannya. Peserta harus memahami keterkaitan antara komponen perangkat keras dan instruksi dalam program agar mobil dapat bergerak sesuai dengan perintah yang diberikan.
Tahap terakhir menjadi bagian yang lebih menantang karena peserta diminta untuk menggabungkan program mobil dengan sistem lampu sebagai lampu sein kendaraan. Dalam kegiatan ini, peserta mengintegrasikan berbagai konsep yang telah dipelajari pada sesi sebelumnya. Lampu yang telah diprogram tidak hanya digunakan secara terpisah, tetapi dikombinasikan dengan sistem pergerakan mobil sehingga dapat berfungsi sebagai lampu sein. Melalui proses tersebut, peserta memperoleh pemahaman tentang bagaimana beberapa komponen dan program dapat diintegrasikan untuk menghasilkan sebuah sistem yang lebih kompleks dan fungsional.
Selama pelaksanaan workshop, suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh semangat. Para peserta terlihat antusias mencoba berbagai kemungkinan dalam merakit dan memprogram perangkat. Diskusi antarpeserta maupun interaksi dengan narasumber juga berlangsung secara intensif, terutama ketika peserta menghadapi kendala dalam proses perakitan atau ketika program yang dibuat belum menghasilkan keluaran sesuai dengan yang diharapkan. Berbagai kendala tersebut justru menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman berharga bagi para guru.
Melalui Workshop STEM Coding ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah masing-masing. Pengenalan STEM dan coding menjadi semakin penting dalam menghadapi perkembangan teknologi serta kebutuhan pembelajaran pada abad ke-21. Guru tidak hanya diharapkan mampu menyampaikan materi kepada peserta didik, tetapi juga dapat merancang kegiatan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta pemecahan masalah.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperluas wawasan para guru mengenai penerapan pembelajaran berbasis STEM dan robotika dalam dunia pendidikan. Pengalaman yang diperoleh selama workshop diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran yang lebih menarik dan kontekstual, khususnya melalui penggabungan aspek Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan kegiatan coding dan robotika.
Dengan terselenggaranya Workshop STEM Coding bersama Mr. Im Taewook, FMIPA Unesa menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi guru serta pengembangan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi dan pertukaran pengalaman dengan narasumber internasional diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran STEM di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.




