Laporan Hasil Analisis Kepuasan Mahasiswa di Program Studi S2 Pendidikan Matematika FMIPA Unesa 2024

Survei kepuasan pelanggan adalah salah satu cara untuk mengukur seberapa baik Pelayanan yang diberikan Unesa berdasarkan angket yang diisi oleh mahasiswa S2 Pendidikan Matematika. Survei ini mengadopsi metode SERVQUAL dengan lima dimensi, yakni reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible. Survei ini menggunakan pendekatan cross-sectional di mana partisipan mengisi instrumen survei secara daring melalui Single Sign On Unesa. Sasaran dalam survei ini adalah mahasiswa Unesa, dalam ringkasan ini hanya diolah untuk responden mahasiswa dari Prodi
S2 Pendidikan Matematika FMIPA UNESA. Survei dilakukan pada akhir tahun 2024 dan sebanyak 67 mahasiswa mengisi survei kepuasan. Metode Importance-Performance Analysis, Gap Analysis, Paired Difference Test, dan Tingkat Kepuasan Pengguna digunakan untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil analisis data dari survei kepuasan mahasiswa Prodi S2 Pendidikan Matematika tahun 2024 diperoleh hasil, yakni:
a. Terdapat perbedaan yang signifikan antara Harapan dan Kenyataan berdasarkan hasil uji Wilcoxon signed rank test dengan tingkat kepercayaan 95% (Z = -2,215, p = 0,027);
b. Perbedaan yang signifikan berdasarkan analisis Gap ditemukan, satu variabel indikator yang memiliki nilai Gap negatif terbesar yaitu P3 (Responsiveness) sebesar -0,15, yaitu kemampuan dan kecepatan petugas dalam memberikan layanan bidang penalaran, minat, dan bakat. Diikuti variabel P11 (Responsiveness) dengan gap -0.14 yakni kemampuan dan kecepatan petugas dalam memberikan layanan bimbingan karir dan kewirausahaan. Jadi, kepuasan terhadap pelayanan berdasarkan perspektif mahasiswa belum terpenuhi.
c. Terdapat dua indikator yang menjadi prioritas utama dalam perbaikan mutu layanan berdasarkan hasil survey kepuasan mahasiswa FMIPA Unesa tahun 2024, yaitu:
1) Kode P3 (Empathy), kemampuan dan kecepatan petugas dalam memberikan layanan bidang penalaran, minat, dan bakat.
2) Kode P5 (Tangible), ketersediaan, kecukupan, aksesibilitas, dan kualitas sarana prasarana layanan bidang penalaran, minat, dan bakat.
d. Di sisi lain, terdapat beberapa aspek yang memiliki gap negatif terkecil, yang berarti sudah cukup memenuhi harapan mahasiswa dan perlu dipertahankan. Dimensi Reliability (Kredibilitas) dan Empathy (Akuntabilitas) menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dimensi lainnya. Kejelasan SOP untuk proses pengajuan pembayaran, keterlambatan, dan keringanan UKT (P14) serta kemampuan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola dalam memberikan pelayanan (P19) memiliki gap hanya -0.03, menunjukkan bahwa sistem layanan akademik dan keuangan sudah cukup jelas. Selain itu, kepedulian petugas dalam menerima keluhan terkait layanan bimbingan karir dan kewirausahaan (P12) serta kesediaan dan kepedulian dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola dalam memberi perhatian kepada mahasiswa (P22) juga memiliki gap -0.03, yang mengindikasikan bahwa aspek kepedulian tenaga kependidikan terhadap mahasiswa sudah cukup baik. Bahkan ada gap yang sudah menunjukkan nilai positif yakni kepedulian petugas dalam menerima keluhan terkait layanan BK, kesehatan, dan beasiswa (P8) bernilai 0,03. Pada hal ini menunjukkan bahwa kenyataan yang diberikan telah melebihi harapan yang diinginkan mahasiswa.
e. Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian antara Kenyataan dan Harapan yang dirasakan oleh para mahasiswa selaku responden yaitu sebesar 98,00%.
Link Laporan Hasil Survey Kepuasan Mahasiswa S2 Pendidikan Matematika Tahun 2024