S2 Pendidikan Matematika Unesa Capai 92% Keterlibatan Mahasiswa dalam Penelitian Dosen Tahun 2024
Surabaya, Oktober 2025 — Program Studi Magister (S2) Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mencatat capaian membanggakan dalam kegiatan penelitian tahun 2024. Berdasarkan hasil evaluasi internal, sebanyak 92% penelitian dosen melibatkan mahasiswa, dan 70% di antaranya sesuai dengan peta jalan penelitian (roadmap) prodi 2016–2035.
Evaluasi yang dilakukan oleh tim akademik dan penjaminan mutu prodi ini menegaskan bahwa arah penelitian S2 Pendidikan Matematika telah selaras dengan fase “integrasi dan inovasi” roadmap riset 2021–2025, yang menekankan pengembangan pembelajaran matematika berbasis teknologi, kreativitas, dan asesmen modern.
“Keterlibatan mahasiswa dalam hampir seluruh penelitian dosen menjadi bukti kuat bahwa prodi telah berhasil membangun budaya riset kolaboratif dan pembelajaran berbasis penelitian (research-based learning) yang nyata,” ujar Dr. Ali Shodikin, M.Pd., Ketua Tim Evaluasi Penelitian Prodi S2 Pendidikan Matematika Unesa.
Integrasi Teknologi dan Inovasi Pembelajaran
Dari 26 penelitian dosen yang dianalisis, bidang Model dan Perangkat Pembelajaran Matematika menjadi fokus dominan dengan 35%, diikuti oleh Psikologi Pendidikan Matematika sebesar 31%, dan Evaluasi Pendidikan Matematika sebesar 4%. Sisanya, 30% merupakan riset lintas bidang yang melibatkan matematika murni, statistika, dan data science.
Beberapa topik penelitian yang menonjol antara lain:
-
“Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis Augmented Reality untuk Meningkatkan Numerasi Siswa Tuna Rungu”
-
“Keterampilan Mahasiswa Calon Guru Matematika dalam Merancang Pembelajaran Inovatif Berbasis Teknologi”
-
“Eksplorasi Kreativitas Mahasiswa dalam Aktivitas Pengajuan Masalah Analog Berbantuan Geogebra”
-
“Pengembangan Digital Learning Environment untuk Belajar Matematika Realistik bagi Mahasiswa Pascasarjana.”
Riset-riset tersebut tidak hanya memperkaya khasanah inovasi pembelajaran, tetapi juga menghasilkan produk pendidikan seperti modul interaktif, lembar kerja berbasis STEM, dan media digital berbasis Augmented Reality yang siap diimplementasikan dalam perkuliahan dan kegiatan pengabdian masyarakat.
Riset Kolaboratif: Mahasiswa Sebagai Mitra Ilmiah
Dalam laporan evaluasi, prodi mencatat bahwa mahasiswa berperan aktif dalam berbagai tahap penelitian, mulai dari pengumpulan data hingga penulisan artikel ilmiah bersama dosen. Banyak di antara mereka yang menjadi penulis kedua (co-author) dalam jurnal nasional maupun prosiding internasional.
“Pendekatan ini memperkuat kompetensi mahasiswa dalam berpikir ilmiah dan menulis akademik. Mereka tidak hanya belajar teori riset, tetapi juga mengalami praktik riset secara langsung bersama dosennya,” tambah Dr. Ali.
Contohnya, mahasiswa magister berpartisipasi dalam proyek bahan ajar berbasis AR yang dikembangkan untuk meningkatkan numerasi siswa berkebutuhan khusus. Proyek ini menjadi wujud konkret integrasi riset dengan pembelajaran, sekaligus kontribusi nyata terhadap inklusivitas pendidikan matematika di sekolah.
Arah Roadmap 2026–2035: Riset Berbasis Data dan Asesmen Digital
Dari hasil evaluasi, tim prodi juga merumuskan rekomendasi strategis untuk roadmap tahap berikutnya (2026–2035), di antaranya:
-
Meningkatkan riset di bidang asesmen pembelajaran digital dan learning analytics,
-
Memperkuat integrasi hasil riset ke dalam kurikulum,
-
Membentuk kluster riset tematik yang fokus pada pembelajaran inovatif, psikologi belajar matematika, dan kebijakan asesmen,
-
Serta memperluas kolaborasi riset lintas bidang dan internasional.
Pendekatan baru ini diharapkan menjadikan S2 Pendidikan Matematika Unesa sebagai pusat unggulan riset pendidikan matematika berbasis data di Indonesia.
Menuju Akreditasi Unggul dan Daya Saing Global
Hasil evaluasi penelitian ini juga menjadi dokumen penting dalam penilaian akreditasi LAMDIK, khususnya pada kriteria penelitian dan publikasi. Sinergi riset antara dosen dan mahasiswa dinilai sebagai bukti implementasi mutu berkelanjutan (continuous quality improvement) dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) prodi.
“Riset yang kolaboratif, inovatif, dan berdampak langsung pada pembelajaran menjadi kekuatan utama prodi kami dalam membentuk lulusan yang adaptif dan berdaya saing global,” ungkap Dr. Ali Shodikin, M.Pd., Ketua Tim Evaluasi Penelitian Prodi S2 Pendidikan Matematika Unesa
Dengan capaian ini, Prodi S2 Pendidikan Matematika FMIPA Unesa terus berkomitmen memperkuat ekosistem riset yang inklusif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa depan.




