Kuliah Umum Rumpun Pendidikan Matematika UNESA Assoc. Prof. Dr. Masitah Shahrill dari Universiti Brunei Darussalam: Mengubah Aktivitas Hands-On Menjadi Pembelajaran Minds-On bersama
6 November 2025 — Rumpun Pendidikan Matematika Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan kuliah tamu internasional bertajuk “From Hands-On to Minds-On: Inspiring Future Mathematics Teachers through STEAM and Learning Activity Packages” pada Kamis, 6 November 2025. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada pukul 13.00–15.00 WIB ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Masitah Shahrill dari Universiti Brunei Darussalam sebagai narasumber.
Kuliah tamu diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri atas mahasiswa S1, S2, dan S3 Pendidikan Matematika, serta dosen dan peneliti di lingkungan rumpun Pendidikan Matematika UNESA. Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk memperluas wawasan mahasiswa dan sivitas akademika mengenai perkembangan pembelajaran matematika, khususnya melalui pendekatan STEAM dan Learning Activity Packages (LAPs).
Dari Aktivitas Fisik Menuju Aktivitas Berpikir
Mengawali pemaparannya, Assoc. Prof. Dr. Masitah Shahrill mengajak peserta melihat kembali makna aktivitas dalam pembelajaran matematika. Menurutnya, kegiatan hands-on atau aktivitas yang melibatkan pengalaman langsung akan memberikan dampak pembelajaran yang lebih bermakna apabila diikuti dengan aktivitas minds-on, yaitu proses berpikir, menganalisis, merefleksikan, dan membangun pemahaman.
Dengan demikian, pembelajaran matematika tidak berhenti pada aktivitas menggunakan alat peraga atau melakukan suatu proyek. Yang lebih penting adalah bagaimana aktivitas tersebut mendorong peserta didik untuk bernalar, menghubungkan konsep, mengajukan pertanyaan, memecahkan masalah, dan merefleksikan proses berpikirnya.
Perspektif tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa Pendidikan Matematika pada berbagai jenjang, baik calon guru pada jenjang S1 maupun mahasiswa S2 dan S3 yang mengembangkan kajian dan penelitian pendidikan matematika.
STEAM dan Tantangan Pembelajaran Matematika Masa Kini
Topik berikutnya yang mendapat perhatian peserta adalah penerapan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam pembelajaran matematika.
Assoc. Prof. Dr. Masitah menjelaskan bahwa STEAM bukan sekadar menggabungkan beberapa mata pelajaran dalam satu kegiatan. Pendekatan tersebut perlu dirancang sedemikian rupa sehingga berbagai disiplin dapat saling berkontribusi dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan nyata.
Dalam konteks pendidikan matematika, matematika dapat berperan sebagai bahasa untuk memahami pola, melakukan pemodelan, menganalisis data, serta merancang solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan. Integrasi dengan unsur seni dan desain juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan menghasilkan solusi yang lebih inovatif.
Perspektif ini sekaligus memperkuat pentingnya pendekatan multidisipliner dan interdisipliner dalam pengembangan pendidikan matematika.
Mengenal Learning Activity Packages
Selain STEAM, peserta diperkenalkan pada konsep Learning Activity Packages (LAPs). LAPs merupakan paket aktivitas pembelajaran yang dirancang secara sistematis untuk mendukung pembelajaran yang lebih mandiri dan responsif terhadap keragaman peserta didik.
Dalam penerapannya, sebuah LAP dapat memuat tujuan pembelajaran, materi atau informasi pendukung, petunjuk aktivitas, serta rangkaian tugas yang memungkinkan peserta didik mengikuti proses belajar secara terstruktur.
Konsep ini menjadi menarik untuk dikembangkan dalam konteks pembelajaran yang semakin menuntut diferensiasi, kemandirian belajar, dan pemanfaatan teknologi digital. Bagi mahasiswa Pendidikan Matematika, LAPs juga dapat menjadi alternatif untuk merancang pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses berpikir peserta didik.
Diskusi: Dari Konsep ke Implementasi
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Peserta dari berbagai jenjang Pendidikan Matematika mengajukan sejumlah pertanyaan terkait penerapan STEAM dan LAPs dalam konteks pembelajaran matematika di Indonesia.
Beberapa isu yang dibahas antara lain strategi menerapkan STEAM pada sekolah dengan keterbatasan sarana, pengembangan LAPs dalam format digital, serta cara menilai kemampuan minds-on peserta didik.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Dr. Masitah menekankan pentingnya kreativitas guru dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Implementasi pembelajaran inovatif tidak selalu membutuhkan teknologi yang kompleks. Guru dapat memulai dari aktivitas sederhana, kemudian mengembangkannya melalui kolaborasi, pemanfaatan teknologi yang mudah diakses, dan asesmen autentik yang mampu menangkap proses berpikir peserta didik.
Memperkuat Wawasan Global Rumpun Pendidikan Matematika
Kehadiran narasumber dari Universiti Brunei Darussalam memberikan perspektif internasional bagi mahasiswa dan dosen rumpun Pendidikan Matematika UNESA. Interaksi akademik tersebut tidak hanya memperkaya pemahaman tentang STEAM dan LAPs, tetapi juga membuka peluang untuk memperluas jejaring dan kolaborasi akademik internasional.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya Rumpun Pendidikan Matematika UNESA untuk membangun lingkungan akademik yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan, teknologi, dan riset pendidikan matematika, sekaligus memperkuat wawasan mahasiswa dari jenjang S1, S2, hingga S3.
Ke depan, kegiatan serupa dapat dikembangkan dalam bentuk workshop penyusunan Learning Activity Packages, pengembangan modul berbasis STEAM, serta kolaborasi riset internasional dengan perguruan tinggi mitra.
Melalui kuliah tamu ini, Rumpun Pendidikan Matematika UNESA tidak hanya menghadirkan pengetahuan baru bagi mahasiswa, tetapi juga mendorong calon guru, akademisi, dan peneliti pendidikan matematika untuk terus bergerak dari sekadar melakukan aktivitas (hands-on) menuju pembelajaran yang membangun pemikiran mendalam (minds-on).




